Lilin-lilin Kecil, Arti Sebuah Pengorbanan



LAGU
"Lilin-lilin Kecil" sudah pasti tidak asing bagi penikmat musik di Indonesia. Desah vokal Chrisye yang halus saat membawakan lagu ini, pada akhirnya mampu mengangkat namanya di jagad musik pop Indonesia tahun 1977. Tepatnya melalui ajang Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors, yang digelar Radio Prambors di Jakarta saat itu. 

James F Sundah sang komposer lagu tersebut, memperoleh inspirasinya dari nyala lilin saat listrik padam. Dia menilai, bahwa dalam diri lilin itu ada semacam pengorbanan dengan sinar terangnya. 

James lalu menyertakan lagu karyanya di ajang LCLR Prambors. Tak disangka masuk nominasi 10 besar. 

Sementara Sys NS dari Radio Prambors, sibuk membujuk Chrisye agar mau menyanyikan lagu "Lilin-lilin Kecil". Awalnya Chrisye menolak. Tetapi akhirnya dia bersedia menyanyikannya. 

Lagu "Lilin-Lilin Kecil" dibuka dengan sound kibor dari Yockie Suryoprayogo sepanjang 2 bar. Baru vokal Chrisye masuk bagian verse. Namun masih di bagian verse, vokal Chrisye dinaikkan nada dasarnya. Menjelang masuk bagian reffrain, musik berbirama 4/4 slow tempo mengiringi vokal Chrisye. 

Sukses "Lilin-lilin Kecil" pada akhirnya lagu ini juga dicover version oleh penyanyi pop Arie Koesmiran, dan grup vokal Geronimo II di tahun 1978. 

Lalu pada tahun 1992, Chrisye mendaur ulang lagu tersebut dan musiknya digarap Youngky Soewarno. Terakhir lagu ini juga didaur ulang grup vokal Lingua di tahun 1998 yang musiknya diarransemen Indra Lesmana. 


Foto: istimewa

0 Komentar